Senin , 19 November 2018
Home / INVESTIGASI / Dua Proyek Rumah Pompa Waduk Bojong Jadi Perhatian
Dua Proyek di satu Lokasi, Waduk Bojong Jakarta Barat. (Kiri: Dibangun Tahun 2014, Kanan: Sedang Dikerjakan). (Foto: Markus Marpaung - IGS Berita)*

Dua Proyek Rumah Pompa Waduk Bojong Jadi Perhatian

JAKARTA (IGS BERITA)Waduk Bojong mendadak menjadi perhatian berbagai kalangan. Hal itu berawal dari pelaksanaan Proyek Pembangunan Rumah Pompa Waduk Bojong Indah tahun 2018 senilai Rp 5.687.739.000,-.

Kalangan pegiat anti korupsi menyebut Rumah Pompa itu dibongkar tanpa proses penghapusan aset. Informasi diperoleh, pembongkaran dilakukan PTWM selaku pemenang lelang.

Persoalan malah berkembang ketika Kasudin SDA Jakbar, Imron, S.Sos, dalam tanggapan tertulis kepada IGSBerita (28/9/2018) menyebut bahwa penghapusan aset tidak dilakukan karena belum tercatat di daftar KIB (Kartu Inventaris Barang) Dinas SDA Prov. DKI Jakarta.

Sementara menurut Walikota Jakarta Barat, Rustam Effendi, Rumah Pompa Waduk Bojong Jakarta Barat telah tercatat sebagai aset Pemprov DKI Jakarta sejak tahun 2007.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dijelaskan bahwa Rumah Pompa Waduk Bojong adalah bagian dari fasos/fasum (fasilitas sosial/fasilitas umum) yang diserahkan PT. Bojong Permai kepada Sutiyoso, Gubernur DKI Jakarta saat itu, tanggal 13 Agustus 2007.

“Saya berpegang pada data (BAST) ini,” kata Rustam Efendi, Walikota Jakarta Barat kepada IGSBERITA, (22/10/2018).

Sementara itu, pembongkaran Rumah Pompa Waduk Bojong Indah belum mendapat konfirmasi dari PTWM selaku kontraktor.

Akan Diserahkan Ke Pengembang

Menariknya, dari jejak digital pernyataan Imron terkait Rumah Pompa Waduk Bojong  diketahui bahwa hasil pelaksanaan proyek akan diserahkan kepada PT Bojong Permai selaku pengembang.

“Prasarana dan sarana itu nantinya diserahkan ke pengembangnya Perumahan Bojong Indah. Rumah pompanya sampai saat ini tidak kunjung diperbaiki. Kemudian kondisi di empat dari enam unit pompa yang telah terpasang di Waduk Bojong tak berfungsi. Kapasitas pompa nantinya ditingkatkan dua kali lipat dari semula 600 liter jadi 1.250 liter per detik,” kata Imron kepada wartawan, Jumat (18/5/2018).

Karena itu, Walikota mempertanyakan dasar penyerahan aset sebagaimana dikatakan Imron.

“Ya, tanya Pak Imron, dari mana datanya sampai dia bicara seperti itu,” kata Rustam Effendi kepada IGSBerita (22/10/2018).

Belakangan diketahui, PT. Bojong Permai sebagaimana dimaksud Imron telah bangkrut.

Imron membantah

Sebagaimana diberitakan sebelumnya [baca: Rumah Pompa Waduk Bojong: Lenyapnya Aset Senilai Rp 11,48 miliar] terungkap bahwa dengan dibongkarnya rumah pompa Waduk Bojong, maka proyek yang dibangun Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air pada Tahun Anggaran 2014 senilai Rp 11,48 miliar, lenyap.

Seperti dikatakan Posma Sihite, Ketua LSM P5AB, ia mendesak pihak berwenang segera memeriksa penyerapan anggaran tahun 2014 itu.

Namun semua pemberitaan tentang lenyapnya aset rumah Pompa Waduk Bojong senilai Rp 11,48 miliar dibantah Imron, Kasudin SDA Jakarta Barat, melalui tanggapan tertulis tertanggal 12 Oktober 2018 [diterima di redaksi IGSBERITA 22 Oktober 2018].

“Dapat kami pastikan semua pemberitaan saudara tidak benar,” kata Imron dalam suratnya.

Lanjut, bahwa Rumah Pompa Waduk Bojong yang dibangun pada tahun 2014 masih utuh dan berdiri serta berfungsi di lokasi Jl. Pulo Nangka 1 samping saluran Phb Bojong (Hilir).

Lebih lanjut dijelaskan, terkait dugaan penghilangan aset oleh oknum tertentu sebagaimana diberitakan adalah sama sekali tidak benar.

Fakta yang sebenarnya adalah Pekerjaan Pembangunan Rumah Pompa Waduk Bojong sebagaimana diberitakan sebelumnya adalah ditujukan pada lokasi yang berbeda.

Dia menegaskan bahwa semua kegiatan yang bersumber dari APBD Provinsi DKI Jakarta telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Dan demi menjaga transparansi dan akuntabilitas kegiatan Pembangunan Rumah Pompa Waduk Bojong Tahun 2018 dilaksanakan dengan didampingi TP4D Kejari Jakbar, serta Lembaga Teknologi Universitas Indonesia (Lemtek UI).

Dua Proyek Saling Terkait

Berdasarkan keterangan UAN (66), salah seorang warga di sekitar waduk, yang dipercaya PT. SA untuk menjaga dan mengawasi bahan material proyek, mengatakan bahwa proyek yang dikerjakan tahun 2014 berbeda dengan proyek yang sedang dikerjakan saat ini.

Lanjut, UAN mengatakan bahwa proyek yang dikerjakan PT. SA tahun 2014 berlokasi di Jalan H. Mamun Saleh, Rawa Buaya, Cengkareng Jakarta Barat atau titik kenal lokasi Jalan Pulo Nangka 1.

“Betul memang lokasinya (berbeda) tidak di lokasi yang dibangun saat ini,” kata UAN kepada IGSBerita.

Lebih lanjut, UAN menjelaskan ada keterkaitan antara kedua proyek tersebut. Karena saat mengerjakan proyek tahun 2014, ada pekerjaan saluran dan pemasangan pompa ke titik pekerjaan yang dikerjakan tahun (2018) ini.

“Ada pekerjaan saluran kurang lebih 1 kilometer dan 2 unit mesin pompa. Saya tidak tahu dengan detail, apakah itu mesin operan (mungkin maksudnya pindahan) dari rumah pompa lain atau pengadaan baru,” lanjut UAN.

UAN menambahkan, jika pelaksanaan anggaran tahun 2014 adalah sesuatu yang disoal, lebih baik dilakukan pemeriksaan.

“Saya pikir, diperiksa saja BAHPP (Berita Acara Hasil Pemeriksaan Pekerjaan) dan BAST (Berita Acara Serah Terima) Proyek tahun 2014, semua akan jelas. Begitu juga dengan pekerjaan tahun 2013, 2015 dan 2016 juga diperiksa karena ada anggaran dikucurkan di tahun tersebut,” ujarnya.

Penegasan Aset

Menurut UAN, Rumah Pompa Waduk Bojong, enam unit mesin pompa dan waduk seluas 16.450 m2 adalah aset DKI Jakarta. Karena merupakan bagian dari fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos/fasum) yang telah diserahkan pengembang kepada Pemda DKI Jakarta pada 19 Mei 2006.

“Rumah pompa waduk Bojong adalah aset sehingga ada itu kegiatan (Proyek 2014). Dan, mungkin dari tahun 2014 itulah pertama (awal) ada perbaikan saluran di lokasi rumah pompa waduk Bojong dan memasukkan dua mesin pompa sejak diserahkan pengembang. Meskipun itu bagian dari Proyek Rumah Pompa Saluran PHB Bojong,” kata UAN.

Terdapat Kejanggalan Ukuran Aset

Masih menurut UAN, ada sesuatu yang sangat janggal dalam gambar pekerjaan Pembangunan Pompa Air dan Kelengkapannya Saluran PHB Bojong tahun 2014.

Dalam gambar tertulis luas Waduk Bojong 13.807m2, sementara dalam BAST tanggal 13 Agustus 2007 yang ditandatangani oleh Ir. H. Ismail Sofyan selaku Direktur PT Bojong Permai dan Sutiyoso (Gubernur DKI Jakarta saat itu), luas waduk adalah 16.450 m2.

“Dari mana dasar mereka buat data (luas) itu? Ada apa yang terjadi dengan luas aset itu? Kog bisa berbeda? Data gambar itu menunjukkan ada sesuatu yang tidak beres dalam aset tersebut. Ini perlu menjadi perhatian Walikota,” ujarnya.

Sisa Persoalan Waduk Bojong

Meski Kasudin SDA Jakarta Barat, Imron S. Sos, telah membantah segala tuduhan pelenyapan aset. Dua proyek di Waduk Bojong pada tahun 2014 dan tahun 2018 tetap menyisakan persoalan.

Karena, terdapat perbedaan pendapat mengenai aset terdaftar yang disebut Walikota Jakarta Barat dan aset tidak terdaftar sebagaimana disebut Kasudin SDA Jakbar.

“Seharusnya ada penjelasan juga bahwa rumah pompa waduk bojong yang sedang dikerjakan saat ini tidak termasuk aset yang diserahkan PT Bojong Permai kepada Gubernur DKI Jakarta tahun 2007 lalu. Jika tidak, maka dua proyek ini akan tetap menyisakan persoalan,” kata Posma Sihite kepada IGSBerita.

Selain itu menurut Posma, Kasudin SDA Jakbar juga harus memberikan penjelasan lanjutan mengenai penyerahan hasil pembangunan Rumah Pompa Waduk Bojong kepada pengembang yang sudah bangkrut.

“Kasudin juga seharusnya memberikan kelanjutan penjelasan mengenai penyerahan hasil proyek ini kepada pengembang yang sudah bangkrut,” ujarnya. (kus)*

Dog Hallow Fest

About Mampe Sirait

Check Also

5th Anniversary GGP Mall

5th Anniversary GGP Mall | Perjalanan Lintas Imajinasi

KOTA BEKASI (IGS BERITA) — Perhelatan 5th Anniversary GGP Mall, atau Grand Galaxy Park Mall, …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: