Sabtu , 15 Desember 2018
Home / DAERAH / Disoroti, Perbuatan Curang BBPJN II Sumut
Proyek Pembangunan Jalan Akses Bandara Sibisa senilai Rp 35 miliar, Tahun Anggaran 2018 (Foto: Mampe Sirait – IGS Berita).*

Disoroti, Perbuatan Curang BBPJN II Sumut

MEDAN (IGSBERITA) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II Sumatera Utara dituding telah melakukan sejumlah perbuatan curang di berbagai proyek, mulai dari proses pelelangan hingga tahap pelaksanaannya. Persoalan itu disoroti Ketua Umum LSM Pendoa Indonesia, Ungkap Marpaung, menyikapi banyak persoalan di lembaga milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia ini yang masuk ke meja hijau.

Berdasarkan catatan, saat ini setidaknya ada dua kasus pelelangan di BBPJN II Sumut yang terdaftar di Pengadilan Negeri Medan. Yakni, Proyek Pembangunan Jalan Akses Bandara Sibisa dan Proyek Pembangunan Jalan Sibisa BODT Tahun Anggaran 2018.  

“Data yang kami himpun, permasalahan mengerucut pada dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan pejabat pengadaan di BBPJN II Sumut. Ini yang dianggap sebagai kecurangan. Memang belum terbukti tetapi setidaknya kontraktor yang merasa dicurangi sudah menggugat di pengadilan,” kata Ungkap Marpaung kepada IGS Berita di Medan, Selasa (07/08/2018).

Dia menambahkan, LSM Pendoa Indonesia akan mengawal kasus tersebut hingga mencapai titik terang apa yang sebenarnya terjadi dalam pengelolaan anggaran di BBPJN II Sumut.

“Saat ini kami sedang menginventarisasi data administrasi dan fakta-fakta hukum lainnya pada saat pelaksanaan proyek di lapangan. Tujuannya akan kita proses juga secara kelembagaan,” katanya menambahkan.

 

Tunggu Jadwal

Diwawancarai terpisah, Wanri RT. Turnip, Direktur PT. Marudut Tua Jaya, membenarkan pernyataan Ketua Umum LSM Pendoa Indonesia itu. Saat ini, perusahaan yang dipimpinnya sudah mendaftar gugatan di PN Medan dan sedang menunggu jadwal persidangan. Namun disayangkan Wanri, jadwal persidangan tak kunjung ditetapkan. Padahal perkaranya sudah sejak enam pekan lalu didaftarkan.

“Benar gugatan sudah didaftarkan dan sudah teregistrasi di PN Medan. Itu soal pelelangan pembangunan akses bandara sibisa. Kita tunggu jadwal persidangan saja, nanti beberapa kecurangan akan kita ungkap disana,” kata Wanri kepada wartawan, Selasa (07/08/2018).

Sementara itu, kontraktor lainnya yang merasa dicurangi mengakui sudah bersidang hingga enam kali di PN Medan. Kuasa Hukum PT. TCP, Kusnadi Hutahaean, SH., dari Klinik Hukum Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, kepada wartawan mengatakan ada sejumlah hal yang diduga bertentangan dengan ketentuan pengadaan barang/jasa pemerintah pada pelelangan paket Pembangunan Jalan Sibisa (BODT) Tahun Anggaran 2018 oleh Pokja Satker PJN 1 Sumatera Utara. Karena itu, pihaknya mengaku bahwa Menteri PUPR dijadikan sebagai salah satu Turut Tergugat.

“Yang menjadi pokok gugatan dalam perkara adalah adanya inkonsistensi pokja dalam menetapkan hasil evaluasi, sebagian ada kekeliruan menerapkan aturan pengadaan barang/jasa. Misalnya, klien saya itu penawar terendah tetapi digugurkan dan memenangkan penawar tertinggi, tapi kita temukan ada informasi pemenang lelang tidak meregistrasi salah satu sertifikatnya. Itu yang kita uji di pengadilan,” kata Kusnadi Hutahaean kepada IGS Berita melalui telepon selulernya, Kamis (2/8/2018).

Kusnadi menambahkan, selain gugatan PMH di PN Medan, pihaknya juga melakukan permohonan pembatalan Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) Paket Pembangunan Jalan Sibisa (BODT) Tahun Anggaran 2018 senilai Rp 19 miliar melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Karena tidak ada sanggahan banding dalam Perpres 54 tahun 2010, maka klien kami juga merasa perlu menjadi pemohon di PTUN untuk membatalkan BAHP. Ada kesalahan pada prosedur penetapan pemenang yang tentunya didasari BAHP itu sendiri,” kata Kusnadi, menerangkan. (mps).*

Dog Hallow Fest

About Yukie Rushdie

Check Also

Kisah Koruptor Wawan ‘Ngamar’ Bareng Artis Wanita di Luar Lapas

BANDUNG | IGS BERITA | Terpidana kasus korupsi, Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan, beberapa kali mengajukan …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: