Senin , 19 November 2018
Home / INVESTIGASI / Dinas LH DKI Jakarta “Sembunyikan” Sampah dengan Lumpur
Warga di Jalan Cipinang Jagal, Kelurahan Cipinang, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, berjaga-jaga agar saluran pembuangan limbah rumah tangga mereka tidak tertutup timbunan lumpur hasil pengerukan, yang ternyata cuma ditumpuk di pinggiran kali (Foto: Jefri Marpaung - IGS Berita).*

Dinas LH DKI Jakarta “Sembunyikan” Sampah dengan Lumpur

JAKARTA (IGS BERITA) — Unit Pengelola Kebersihan (UPK) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta mengeruk lumpur dari badan sungai, lalu menumpuknya untuk “menyembunyikan” timbunan sampah di pinggiran kali. Hal itu diketahui warga di Jalan Cipinang Jagal, Kelurahan Cipinang, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

BACA JUGA:

Kegiatan yang dilakukan UPK Badan Air Dinas LH DKI Jakarta itu menimbulkan keluhan dari warga setempat. Karena, selain “menyembunyikan” sampah, tumpukan lumpur hasil pengerukan itu pun menutup sekaligus menyumbat saluran-saluran pembuangan limbah rumah tangga milik warga.

“Banyak warga yang protes, bahkan demo, terhadap kegiatan pengerukan itu. Karena, tumpukan lumpur hasil pengerukan tersebut menutup sekaligus menyumbat saluran pembuangan limbah rumah tangga mereka. Maka, saya dari tadi berdiri di sini, berjaga-jaga agar saluran dari rumah saya nggak sampai tertutup timbunan lumpur,” kata Naman, salah seorang warga di Jalan Cipinang Jagal, Kelurahan Cipinang, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, kepada IGS Berita, Jumat (8/9).

Naman, mewakili warga sekitar, berharap, lumpur hasil pengerukan itu segera diangkut, jangan dibiarkan terus menumpuk di pinggiran kali.

“Tadi saya sempat bertanya kepada para petugasnya. Mereka bilang, nunggu kering dulu lumpurnya, baru diangkat. Saya nggak paham, karena yang biasa saya lihat lumpurnya langsung dibuang. Kalau dibiarkan seperti cara ini kan kalinya jadi semakin kecil. Lihat saja, ada satu meter lebih dari badan kali itu yang dimakan tumpukan lumpur tersebut,” kata Naman.

Saat dihubungi kembali, Rabu (27/9), Naman menyatakan sampai saat ini tumpukan lumpur tersebut masih belum terlihat diangkut.

Berikut cuplikan video pekerjaan UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta di Jalan Cipinang Jagal, Kelurahan Cipinang, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, yang diambil wartawan IGS Berita, Jefri Marpaung, pada hari Jumat, 8 September 2017.

Belum dapat dipastikan, kapan tumpukan lumpur, yang seolah “menyembunyikan” timbunan sampah di bawahnya itu, akan segera diangkut dari pinggiran kali.

Karena, sebagaimana pengakuan Kepala UPK Badan Air, Junjungan Sihombing, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta tidak mempunyai truk untuk mengangkut hasil pengerukan tersebut.

“Kita tidak mempunyai truk khusus untuk mengangkut lumpur,” kata Junjungan Sihombing kepada IGS Berita di kantornya, Kamis (31/8).

Sebelumnya, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta, Teguh Hendarwan, mengatakan, jika dibiarkan, tumpukan lumpur yang dipindahkan ke pinggiran kali itu akan mengganggu lingkungan.

Ia pun mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adjie, sejak munculnya persoalan di Jalan Perintis Kemerdekaan, sebagaimana pemberitaan IGS Berita terdahulu.

Kondisi lumpur bercampur sampah yang dikeruk UPK Badan Air dari kali di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan itu pun, sampai saat ini masih saja dibiarkan bertumpuk di pinggiran kali, tanpa ada upaya untuk mengangkut dan membuangnya ke lokasi yang telah ditentukan.

Yang kemudian terjadi, pihak UPK Badan Air malah membuat lokasi baru untuk kembali “mengganggu” lingkungan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum LSM PAN, Thomson Sirait, menilai, pekerjaan yang dilakukan UPK Badan Air itu semata-mata untuk menutupi pemborosan dan penyerapan anggaran yang tidak tepat sasaran manakala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melakukan “belanja” puluhan unit alat berat.

“Dinas Lingkungan Hidup kan baru belanja alat berat. Jadi, supaya alat berat yang mereka beli itu terlihat ada gunanya, demi menutupi indikasi pemborosan anggaran gara-gara pembelanjaan yang tidak tepat sasaran, mereka mengerjakan apa saja. Bahkan yang bukan kerjaan mereka pun sudah dikerjakan,” kata Thomson Sirait kepada IGS Berita, Rabu (27/9).

Ia mengaku sudah melihat videonya. Menurut penilaiannya, UPK Badan Air tidak melakukan penanganan sampah lagi di situ.

“UPK Badan Air malah mengeruk lumpur dan menggunakannya untuk menutupi sampah. Saya kira, lumpur itu kewenangannya Dinas SDA, bukan Dinas LH. Apa Dinas SDA memang sudah tidak mampu lagi mengatasi lumpur yang ada di kali-kali, saya kurang tahu,” kata Thomson.

Pernyataan pedas mengenai pembelian alat berat oleh Dinas Lingkungan Hidup itu pun dilontarkan Sekretaris Komisi C Bidang Keuangan DPRD DKI Jakarta, James Arifin Sianipar.

Menurutnya, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta sebetulnya tidak perlu lagi melakukan pembelanjaan alat berat. Pasalnya, alat-alat berat milik Dinas Lingkungan Hidup yang sudah ada saja terlihat mubazir.

“Dinas LH tidak perlu dan tidak butuh lagi alat berat. Yang sudah ada saja sekarang mubazir. Dan, yang perlu didanai dari APBD adalah biaya pemeliharaannya. SKPD Dinas LH tidak bertanggung jawab terhadap keamanan dan pemeliharaan alat-alat berat,” kata James Arifin kepada IGS Berita, melalui pesan WhatsApp-nya. (jfm).*

Dog Hallow Fest

About Yukie Rushdie

Check Also

5th Anniversary GGP Mall

5th Anniversary GGP Mall | Perjalanan Lintas Imajinasi

KOTA BEKASI (IGS BERITA) — Perhelatan 5th Anniversary GGP Mall, atau Grand Galaxy Park Mall, …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: