Senin , 10 Desember 2018
Home / INVESTIGASI / Diduga Merekayasa Hasil “Aanwijzing”, Manajer ULP PD Pasar Jaya Terancam Dipolisikan

Diduga Merekayasa Hasil “Aanwijzing”, Manajer ULP PD Pasar Jaya Terancam Dipolisikan

JAKARTA (IGS BERITA) — Diduga merekayasa hasil aanwijzing (rapat penjelasan) pada proses tender Kerjasama Pengelolaan Parkir Pasar Kenari, Jakarta Pusat, Manajer Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan Beauty Contest PD Pasar Jaya, Angie Muriani, terancam dilaporkan ke pihak kepolisian. Hal itu disampaikan Ketua Forum Masyarakat Anti-Korupsi (Formasi), Erkawi Bisono, di Kantor Pusat PD Pasar Jaya, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Rabu (6/6/2018).

BACA JUGA:

“Mereka memanipulasi kesimpulan aanwijzing sesuka hatinya. Para peserta disuruh memberikan tanda tangan pada lembar ketiga. Sementara lembar pertama dan kedua diisi sesuai keinginan Manajer ULP, Angie Muriani,” kata Erkawi.

Hal-hal yang diduga direkayasa atau dimanipulasi pada Berita Acara Hasil Aanwijzing itu, antara lain, soal persyaratan SIUP Perparkiran dan NPWPD.

“Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi DKI Jakarta nyata-nyata telah berkirim surat ke ULP PD Pasar Jaya, menegaskan bahwa pihaknya tidak mengeluarkan nomenklatur perparkiran yang dicantumkan dalam SIUP. Begitu pula soal NPWPD. Disepakati dalam aanwijzing, NPWPD diurus kemudian jika perusahaan pemenang sudah mendapatkan SPK. Karena, Dinas Pajak baru akan menerbitkan NPWPD setelah perusahaan memiliki kontrak kerja dengan suatu instansi,” kata Erkawi.

Faktanya, lanjut Erkawi, kedua hal tersebut tidak dituangkan dalam Berita Acara Hasil Aanwijzing. Yang tertuang di sana hanyalah copy paste dari tutor.

“Akibatnya, banyak peserta yang justru digugurkan karena dua hal tersebut. Indikasinya, ULP PD Pasar Jaya merekayasa Berita Acara Hasil Aanwijzing semata-mata demi mempertahankan dua kuncian itu untuk menggugurkan para peserta lain dan meloloskan perusahaan jagoannya,” kata Erkawi, seraya menyatakan akan segera melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.

Parahnya lagi, Erkawi menambahkan, ditemukan adanya sikap ambivalen atau mendua dari Manajer ULP dan Beauty Contest PD Pasar Jaya, Angie Muriani.

“Di satu sisi, dia keukeuh mempertahankan apa yang ada di tutor terkait SIUP dan NPWPD. Tapi, di sisi lain, dia menabrak tutor itu sendiri demi meloloskan salah satu peserta. Terbukti, pada pengumuman hasil penilaian dokumen administrasi dan bonafiditas, ada satu perusahaan yang diloloskan. Padahal, perusahaan tersebut jelas-jelas sedang melakukan kerjasama pekerjaan perparkiran dengan PD Pasar Jaya. Sementara, Pasal 16 pada tutor, tegas-tegas melarang perusahaan yang sedang melakukan kerjasama dengan PD Pasar Jaya untuk mengikuti proses beauty contest tersebut, dengan alasan guna mendapatkan pemenang yang lebih baik,” kata Erkawi.

Dihubungi terpisah, Direktur Advokasi dan Penyelesaian Sanggah Wilayah II LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah), M. Aris Supriyanto, menyatakan, dokumen pengadaan merupakan pedoman dalam setiap proses lelang.

“Secara ringkas saja, pedoman bagi peserta dan Pokja ULP dalam pengadaan adalah apa yang tertuang dalam dokumen pengadaan,” kata Aris kepada IGS Berita, Kamis (7/6/2018).

Sayangnya, ia tak merinci mengenai prosedur perubahan dokumen pengadaan yang disepakati dengan para peserta melalui aanwijzing, dan bagaimana seandainya pihak Pokja ULP menabrak hal tersebut.

 

Soal Larangan dan Pembatasan

Pada penayangan IGS Berita sebelumnya (baca: Tender Jasa Kamtib Pasar Kenari (Jakpus) Gagal, Syarat Janggal akan Dievaluasi Ulang), masalah pelarangan dan pembatasan bagi perusahaan-perusahaan yang sedang bekerjasama dengan PD Pasar Jaya itu sudah dipersoalkan oleh Ketua Umum LSM PAN, Thomson Sirait, dalam konteks tender Pengadaan Jasa Keamanan dan Ketertiban Pasar Kenari Jakarta Pusat.

Persyaratan yang dinilai janggal dan kontroversial dalam dokumen lelang itu adalah adanya keharusan bagi semua peserta tender untuk melampirkan “Surat Pernyataan ditandatangani pimpinan perusahaan bermaterai Rp 6.000,00 di atas kertas kop surat perusahaan yang menyatakan sedang tidak melaksanakan kerjasama pengelolaan parkir, pekerjaan jasa kebersihan, pekerjaan jasa keamanan dan atau pekerjaan Mekanikal/Elektrikal (ME) di Pasar Jaya”.

Menurut Thomson, persyaratan kualifikasi tersebut ia soroti karena mengandung unsur diskriminatif, tidak objektif, dan tak berdasar, sehingga bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 beserta segala perubahannya sebagai pedoman utama pengadaan barang dan jasa di institusi-institusi milik pemerintah.

“Persyaratan kualifikasi ditujukan untuk membatasi kemunculan peserta-peserta yang tak layak. Sementara perusahaan-perusahaan yang sedang bekerjasama dengan PD Pasar Jaya tentunya sudah dianggap memiliki kualifikasi yang memadai untuk pekerjaan-pekerjaan tersebut. Jadi, kenapa perusahaan-perusahaan yang tengah bekerjasama dengan PD Pasar Jaya dalam pekerjaan jasa keamanan justru tidak boleh mengikuti pelelangan pengadaan jasa keamanan dan ketertiban di Pasar Kenari? Ini sulit dimengerti dan tidak masuk akal,” kata Thomson Sirait.

Di mata Thomson, kalau memang bertujuan mendapatkan pemenang yang lebih baik, syaratnya tidak harus begitu.

“Memang ada jaminan dengan syarat itu akan melahirkan perusahaan yang lebih baik? Idealnya, dibuat syarat, perusahaan yang tidak memiliki catatan buruk soal ketenagakerjaan di Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta, misalnya. Yang lebih menentukan kualitas pemenang itu tentunya adalah kejelian, ketelitian, fairness, dan kualitas dari ULP PD Pasar Jaya sendiri. Kinerja buruk ULP akan melahirkan pemenang yang buruk. Itu rumus,” kata Thomson.

Proses lelang Pengadaan Jasa Keamanan dan Ketertiban Pasar Kenari Jakarta Pusat di ULP (Unit Layanan Pengadaan) Barang/Jasa PD Pasar Jaya sendiri sudah dinyatakan gagal. Hal itu diikuti dengan rencana pihak ULP PD Pasar Jaya untuk mengevaluasi ulang salah satu persyaratan dalam tender tersebut yang dinilai sejumlah pihak sebagai janggal dan kontroversial.

“Dalam surat klarifikasinya ke LSM PAN, Manajer ULP dan Beauty Contest PD Pasar Jaya, Angie Muriani, menegaskan, proses lelang Pengadaan Jasa Keamanan dan Ketertiban Pasar Kenari Jakarta Pusat telah selesai dilaksanakan dan dinyatakan gagal karena peserta tidak memenuhi persyaratan spesifikasi, jumlah personil, serta daftar kuantitas dan harga. Angie pun menyatakan akan mengevaluasi kembali salah satu persyaratan dalam dokumen lelang tersebut, yang disoroti LSM PAN karena sangat janggal dan menimbulkan kontroversi,” kata Thomson Sirait kepada IGS Berita di Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Namun, lanjut Thomson, bila mengikuti perkembangan di situs LPSE PD Pasar Jaya, lelang paket Jasa Keamanan Pasar Kenari itu ternyata tercatat belum dinyatakan selesai dan gagal, bahkan terus berjalan dan kini sudah memasuki tahap penandatanganan kontrak.

“Saya tidak mengerti dengan semua ini. Kenapa harus selalu menggunakan modus-modus kebohongan semacam begitu untuk melayani peran serta masyarakat dalam mengontrol kinerja lembaga-lembaga milik pemerintah. Jangan terlalu meremehkan, dan menganggap masyarakat masih bisa ditipu-tipu. Sekarang semuanya sudah sangat transparan dan dilengkapi dengan teknologi-teknologi mutakhir. Hati-hati, selalu ada risiko hukum di balik setiap langkah,” kata Thomson.

Sementara itu, menanggapi upaya konfirmasi IGS Berita, Manajer ULP dan Beauty Contest PD Pasar Jaya, Angie Muriani, menyatakan akan mengagendakan waktu untuk memberikan penjelasan.

“Kami sudah menerima surat (permohonan wawancara) yang dikirim (IGS Berita). Nanti mungkin Manajer Umum, Pak M. Fahri, akan (memberi) info untuk bagaimana ngobrolnya,” kata Angie Muriani kepada IGS Berita, Selasa (5/6/2018), melalui pesan WhatsApp.

Fahri sendiri, hingga berita ini ditayangkan, belum menentukan jadwal wawancara tersebut. Manajer Umum PD Pasar Jaya ini menyatakan masih banyak agenda lain yang harus diselesaikan.

“Saya masih meeting. Sekarang saja (saya) akan geser (lagi) ke BP BUMD (Badan Pembina Badan Usaha Milik Daerah). Belum (menuju) arah ke kantor,” kata Fahri. (yhr).*

Dog Hallow Fest

About Yukie Rushdie

Check Also

Puting Beliung | Batutulis Bogor Porak Poranda

KOTA BOGOR | IGS BERITA | Angin puting beliung memporak-porandakan pemukiman warga di kawasan Batutulis, Kota …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: