Senin , 10 Desember 2018
Home / INVESTIGASI / Diduga Menyimpang, KPK Diminta Periksa Proyek Training Center UNJ
Training Center UNJ
Diduga sarat penyimpangan dan praktik persekongkolan, proyek pembangunan Gedung Training Center Universitas Negeri Jakarta tebar aroma korupsi (Foto: Dok. IGS Berita).*

Diduga Menyimpang, KPK Diminta Periksa Proyek Training Center UNJ

JAKARTA (IGS BERITA) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta turun tangan memeriksa dugaan penyimpangan dan praktik persekongkolan dalam proyek pembangunan Gedung Training Center UNJ (Universitas Negeri Jakarta).

Menurut Koordinator Bidang Konstruksi Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI), Achmad Abdullah, proyek senilai Rp 68 miliar ini menggunakan anggaran Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tahun 2017.

KAKI menduga ada penyimpangan dalam pembangunan gedung tersebut. Karena, berdasarkan perhitungan, bobot pekerjaan baru tuntas 40 persen. Namun, pihak pengguna anggaran sudah membayar 50 persen.

Kemudian, ada penggunaan bahan-bahan bangunan di bawah kualitas yang ditentukan, seperti keramik. Belum lagi jadwal pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan yang ada dalam kesepakatan kontrak antara pengguna barang, dalam hal ini UNJ dan penyedia barang dan jasa.

“Karena itu KAKI meminta kepada KPK untuk memeriksa PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), pengawas, serta penyedia barang dan jasa di proyek pembangunan Gedung Training Center UNJ. BPK juga supaya mengaudit kerugian negara pada paket pekerjaan  tersebut,” kata Achmad dalam keterangan elektroniknya, Selasa (18/9/2018).

Mulur 9 Bulan

Selain itu, KAKI pun mempertanyakan kenapa pekerjaan gedung yang seharusnya selesai pada Desember 2017, namun hingga September 2018 ini belum juga selesai.

Ada dugaan denda satu per mil sehari dikali nilai kontrak tidak diterapkan oleh UNJ, dalam hal ini rektor UNJ selaku kuasa pengguna anggaran.

“Pembangunan gedung terlambat hingga 9 bulan, KAKI menduga ada kongkalikong antara pengguna anggaran, PPK, dan pelaksana,” tegas Achmad.

Achmad menuturkan, PT Karya Bisa yang ditunjuk sebagai pelaksana seharusnya menyelesaikan gedung itu pada bulan Desember 2017. Namun, faktanya, tidak selesai. Artinya, pihak pemenang tender telah menyalahi Perpres Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, karena melampaui batas waktu pekerjaan.

Saat dikonfirmasi, pihak UNJ, yang diwakili Ramlan Lumbantoruan, melalui pesan elektroniknya, mengatakan terima kasih atas perhatian dari KAKI tentang pembangunan Gedung Training Center UNJ.

Ramlan meminta supaya KAKI mengirimkan surat ke P2T UNJ, serta melampirkan data-data yang dituduhkan.

“Silakan bapak/ibu mengirimkan data-data tentang adanya kerugian negara, nanti akan kami jawab secara tertulis,” tulis Ramlan. (mga).*

Dog Hallow Fest

About Yukie Rushdie

Check Also

Detik-detik Ambruknya Crane Turap Kali Sentiong

JAKARTA | IGS BERITA | Sebuah crane yang digunakan dalam pembangunan turap Kali Sentiong di …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: