Minggu , 18 Februari 2018
Home / PERISTIWA / Dewan Fatwa Nasional Malaysia: Ucapan Natal Tidak Masalah, Asal…

Dewan Fatwa Nasional Malaysia: Ucapan Natal Tidak Masalah, Asal…

KUALA LUMPUR (IGS BERITA) – Dewan Fatwa Nasional Malaysia memutuskan, mengucapkan salam kepada non-muslim selama hari besarnya “diperbolehkan”, asal tidak memuliakan agama yang bersangkutan atau menggunakan simbol-simbol agama.

Atas dasar itulah Zulkifli Mohamad Al Bakri, Kepala Ulama Wilayah Federal Kuala Lumpur, Putrajaya, dan Labuan, menulis pada akun Facebook-nya bahwa boleh saja umat muslim mengucapkan “Selamat Natal”.

Pandangan ulama senior Zulkifli lewat jejaring sosial itu ditujukan sebagai jawaban terhadap sejumlah pertanyaan kepadanya tentang hukum memberikan ucapan selamat Natal.

“Ini tidak lebih dari sekadar ucapan untuk mengekspresikan kebahagiaan dan kegembiraan bagi mereka yang merayakan,” kata Zulkifli dalam sebuah pernyataannya, seperti dikutip dari Straits Times, Kamis (22/12).

Januari lalu, Zulkifli sempat mengejutkan sejumlah pihak di Malaysia ketika ia memeluk hangat Uskup Agung Katolik Roma Kuala Lumpur, Julian Leow Beng Kim.

Namun, menurut Zulkifli, ada banyak isu yang kala itu mereka bahas secara bersama, terutama yang berkaitan dengan konsep masyarakat multikultural, toleransi, dan semangat untuk saling menghormati agama lain.

Sejak tahun 2014, ucapan “Selamat Natal” memang menjadi polemik tersendiri di Malaysia. Kala itu, seorang aktivis Ikatan Muslimin Malaysia mengatakan, tidaklah tepat bagi seorang muslim untuk mengucapkan “Selamat Natal” atau merayakannya dengan teman-teman yang beragama Kristen.

Jauh sebelum itu, tepatnya di tahun 2006, kepala departemen hukum sebuah perusahaan asuransi, Takaful Malaysia, mengatakan kepada stafnya yang muslim bahwa mengucapkan “Selamat Deepavali” bertentangan dengan ajaran Islam.

Datuk Abdullah Mohamad Zin, penasihat agama perdana menteri, sontak mengecam pernyataan tersebut. Ia menegaskan, saling mengucapkan selamat pada perayaan hari besar agama lain sangat penting bagi keharmonisan masyarakat Malaysia yang multikultural.

“Dia (Takaful Malaysia) tidak berwenang untuk mengatakan hal tersebut, karena mirip dengan sebuah fatwa. Hanya badan Islam pemerintah yang dapat mengeluarkan fatwa,” kata Abdullah, waktu itu. (swd).*

About Yukie Rushdie

Check Also

Sejumlah Pedagang HP di Mal ITC Depok Resah, Kasus Dugaan Pembobolan Brankas Tak Kunjung Terungkap

KOTA DEPOK (IGS BERITA) — Sejumlah pemilik counter HP (handphone) di Mal ITC Depok mulai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *