Sabtu , 23 Juni 2018
Home / IGS HOREKA / Colenak Murdi Putra, Colenak Legenda Kota Kembang

Colenak Murdi Putra, Colenak Legenda Kota Kembang

colenak-okeBANDUNG (IGS HOREKA) – Semua orang pasti sudah tahu, colenak adalah makanan khas Bandung, namun, saya yakin, semua orang juga tahu colenak hasil racikan pak Murdi Putra. Colenak bersejarah yang ada sejak tahun 1930 ketika masa penjajahan Belanda, bahkan menjadi dessert penutup pada Konfrensi Asia-Afrika (KAA) pertama tahun 1955.

Berawal dari jualan tanggungan atau membuka kedai yang mangkal di jalan Ahmad  Yani Nomor 733, Cicadas, Bandung, hingga sekarang menjadi toko besar dengan beberapa cabang. Pemilik dan peracik aslinya, Pak Murdi, memang sudah tiada, tapi anak cucunya tak henti membuat Colenak Murdi menyebar ke seluruh pelosok Indonesia dan rasanya tetap sama.

colenak-1Dengan modal percaya dan berani, Pak Murdi menjual colenak yang pada saat itu masih terdengar aneh. Namun dengan usaha yang luar biasa dan tentunya semangat juga, Pak Murdi tetap berusaha dengan alat pemenggangnya yang masih sederhana membuka kedainya. Aroma dan rasanya yang nikmat akhirnya membuat tamu-tamu KAA tergoda untuk  mencobanya.

Makanan yang terbuat dari peuyeum (tape) yang dibakar dan di atasnya diberi gula ini, memang menjadi kudapan yang terkenal di kota Kembang. Apalagi, Colenak Murdi Putra yang rasanya sudah terjamin dan memiliki beberapa varian yaitu, rasa nangka, durian dan original.

“Colenak Murdi ini kini ada tiga rasa, yaitu rasa nangka, durian dan original. Namun rasa itu kami ambil dari sari buahnya langsung jadi lebih nikmat,” ucap Adnan Moch. Adul, salah satu keluarga Pak Murdi yang diamanatkan menjaga tokonya yang di daerah Ahmad Yani, kepada IGS Horeka, Sabtu (2/11).

Colenak Murdi Putra selain karena rasanya yang enak, juga memilki kandungan vitamin A dan D. Bedanya juga, Colenak Murdi ini olahannya dengan bahan-bahan alami dan berkualitas.

“Gula merah yang kami sajikan adalah gula kawung asli, bukan tepung dan langsung dari daerah Jawanya, karena kalau dari daerah lain biasanya beda rasa. Terus, kalau tape memanen langsung di daerah Cimenyan (Bandung),” ujarnya lagi.

Bahan baku memang menjadi hal yang paling dijaga oleh Pak Murdi. Sampai sekarang, generasi ketiga yang dipegang oleh cucunya yaitu Bety Nuraety, masih memasok tape yang sama jenis tape Kadepo.

Rencananya, Toko yang dirintis Pak Murdi ini akan dikembangkan lagi ke makanan khas Sunda yang lain yaitu Awug. Awug adalah tepung beras yang dicampur dengan air, garam, gula merah dan kelapa parut serta di masak dengan cara dikukus.

“Doakan saja, semoga Awug ini berhasil, karena percobaannya sampai saat ini masih dibilang gagal. Maksud gagal di sini, rasanya belum mempunyai ciri khas seperti Colenak. Kami ingin beda dengan yang lain, malaya perlu percobaan terus-menerus hingga berhasil.”

Colenak Murdi sudah bisa dibeli di supermarket-supermarket ternama atau jika mau pesan bisa di 0821-3077-2888/ (022) 7275037. Bisa juga langsung datang ke pusat di Jalan Ahmad  Yani Nomor 733, Cicadas, Bandung. Harganya terjangkau hanya Rp. 10.000 saja perbungkusnya. (hdr).*

About Yukie Rushdie

Check Also

Whiz Prime Hotel Bogor: Kenyamanan di Jantung Kota Hujan

BOGOR (IGS HOREKA) – Hotel yang terletak di jantung Kota Hujan, Bogor, Jawa Barat, ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *