Sabtu , 15 Desember 2018
Home / NASIONAL / Citra Jokowi Bakal Tergerus Jika Terlalu Reaktif 
Calon Presiden Petahana Joko Widodo

Citra Jokowi Bakal Tergerus Jika Terlalu Reaktif 

JAKARTAIGS BERITA | Citra calon presiden (capres) petahana, Joko Widodo alias Jokowi, bakal tergerus oleh diksi-diksi yang ia gunakan sendiri pada proses perjalanannya menuju panggung Pilpres 2019. Terakhir diksi Sontoloyo, dia lontarkan dan langsung viral di publik.

Amatan itu disampaikan analis politik, Pangi Syarwi Chaniago, Selasa (27/11/2018) pagi.

Menurutnya, munculnya diksi-diksi seperti SontoloyoGenderuwoGebuk, dan Tabok itu menunjukkan sikap Jokowi yang terlalu reaktif dalam menghadapi beberapa sebaran, termasuk isu PKI.

“(Sikap itu) Justru memberi sentimen negatif pada Jokowi. Sebagai presiden, sangat tidak layak, kurang tepat, mengeluarkan diksi, frasa emosional, semacam ini,” kata Pangi.

Pangi juga mengkhawatirkan, jika diksi yang dilontarkan Jokowi dalam pelbagai kesempatan itu justru direspons secara keliru oleh perangkat negara lainnya. Dan juga pendukung loyalnya di Pilpres.

“Respons berlebihan dari pendukung Jokowi, dikhawatirkan justru akan menimbulkan api gesekan di tengah masyarakat dan mempertajam konflik karena (merasa) capres yang mereka dukung terus didzholimi dan difitnah,” demikian kata Pangi. |RED|

Dog Hallow Fest

About Markus Marpaung

Check Also

Kisah Jimmi Aritonang Usai Lolos dari ‘Neraka’ Nduga

WAMENA | IGS BERITA | Para pekerja dijemput paksa oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di …

One comment

  1. Manohar Situmeang

    Itukan kata Pangi, saya akan membuat statemen yang berbeda tentang respon yang timbul akibat dari apa yang selalu menerpa bapak Presiden Jokowi, bagaimana jika beliau diamkan saja semua, apa Pangi tahu juga apa yang akan terjadi ? Yang ‘pak Jokowi lakukan adalah : Membantah dan menanggapi pernyataan dan issu issu miring yang tak wajar yang menerpanya bukan asap yang mendatangkan api, tetapi sebab ada api lalu ada asap, Rakyat harus diberi ketenangan tentang hoaks hoaks yang ditebar geng HOAKS, supaya Masyarakat tak terpengaruh pada hoaks yang muncul silih berganti,Presiden dan Menterinya berupaya memberi Pencerahan untuk Masyarakat, bukan untuk PANGI, karna ia mungkin menyatakan dirinya pintar,seperti garong rocket, diksi dan frasa ia sebut istilah dari Reaksi atau Respons, jika disampaikan dgn cara yang berbeda jelas bukan hal yang berlebihan meskipun dinilai menjadi semacam diksi atau frasa, namun bapak Presiden harus memikirkan Rakyat jika beliau diam apa akibatnya ? Masyarakat pasti akan Panik dan bisa saja akan terjadi reaksi yang tidak terduga !, sebab Secara umum Masyarakat tak sama dgn Pangi,biarkan saja Pangi berpendapat seperti itu, tapi ia takkan berkata lebih cerdas dari Seorang Joko Widodo,serta para pendukungnya, tks.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: