Senin , 19 November 2018
Home / DAERAH / BWS II Sumut Temukan Pekerjaan Tidak Sesuai Pada Proyek Pemeliharaan Aek Mandosi Tobasa
Pengerjaan Tanah Timbun pada Proyek Pemeliharaan Aek Mandosi Tobasa Tahun 2018. Insert: Kawat Bronjong dan Bekas Galian Dinding Tanggul Sebelum di Timbun. (Foto: Mampe SIrait/IGSBerita)
Pengerjaan Tanah Timbun pada Proyek Pemeliharaan Aek Mandosi Tobasa Tahun 2018. Insert: Kawat Bronjong dan Bekas Galian Dinding Tanggul Sebelum di Timbun. (Foto: Mampe SIrait/IGSBerita)

BWS II Sumut Temukan Pekerjaan Tidak Sesuai Pada Proyek Pemeliharaan Aek Mandosi Tobasa

TOBASA (IGSBERITA) – BWS II Sumut (Balai Wilayah Sungai II Sumatera Utara) Kementerian PUPR RI mengakui menemukan bagian pekerjaan yang tidak sesuai pada proyek Pemeliharaan Aek Mandosi di Patane I, II, dan V, Kecamatan Porsea, Kabupaten Tobasa.

Hal itu dikatakan Majen Teulambenua, PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) O&P Sumber Daya Air III, BWS II Sumut, Direktorat Jendral Sumber Daya Air, Kementerian PUPR.

“Kami temukan ada pekerjaan yang tidak sesuai dan kami sudah perintahkan untuk diperbaiki. Sekarang sudah diperbaiki. Pekerjaan yang tidak sesuai spek tidak akan diterima pak,” Kata Majen Teulambenua kepada IGSBERITA melalui pesan seluler (29/8/2018), bulan lalu.

Namun saat ditanyakan rincian temuannya, Majen tidak mau membeberkan kesalahan teknis temuan BWS II Sumut yang tidak sesuai spek. Dia menyebut agar dikonfirmasi di lapangan melalui pengawas.

“Sebaiknya pertanyaan bapak lebih baik dikonfirmasi di lapangan melalui petugas kita an (atas nama) Sampe Hutapea atau Sandri Napitupulu,” kata Majen melanjutkan jawaban kepada IGSBERITA.

Majen juga menyoal upaya konfirmasi IGSBERITA melalui pesan WhatsApp, menurutnya konfirmasi seperti itu tidak baik. Seharusnya konfirmasi langsung di lapangan kepada pengawas atau melalui surat secara tertulis.

“Menurut saya tidak baik konfirmasi melalui WA (whatsapp), lebih baik melalui surat tertulis atau konfirmasi di lapangan langsung (kepada pengawas). Surat bapak sedang dalam proses dijawab,” kata Majen Teulambenua, PPK O&P SDA III, BWS II Sumut, kepada IGSBERITA.

Pengawas Tidak Setuju Modifikasi Kawat Bronjong

Dihubungi terpisah, Sampe Hutapea, petugas pengawas lapangan BWS II Sumatera Utara, yang bertanggungjawab terhadap pengawasan proyek Pemeliharaan Sungai Aek Mandosi TA 2018 menyebut bahwa pihaknya tidak menyetujui adanya modifikasi kawat bronjong.

“Maaf dulu ya lae, kami pengawas tidak pernah setuju ada modifikasi kawat bronjong di lapangan dan kalau ada lae lihat (modifikasi kawat bronjong) sudah kami suruh diperbaiki dan masalah timbunan boleh lae tanya ke masyarakat setempatnya mengerjakan timbunan didatangkan,” kata Sampe Hutapea, Pengawas Lapangan BWS II Sumatera Utara kepada IGSBERITA melalui pesan (7/9/2018) pekan lalu.

Pantauan IGSBERITA di lokasi pekerjaan (7/9/2018) hanya ditemukan pengerjaan timbunan tanah. Tidak ada pembongkaran tanah lama bekas galian mekanis yang bercampur material kotor. Dan tidak ada pembongkaran pada kawat bronjong yang diduga dimodifikasi. Padahal sebelumnya ditemukan ada potongan kawat bronjong yang diduga sisa potongan kawat bronjong.

Personil inti tidak ada di lapangan

Personil inti yang disyaratkan pada saat pelelangan tidak ditemukan dilapangan saat pelaksanaan proyek pemeliharaan aek mandosi. Hal itu diakui warga sekitar proyek saat IGSBERITA menanyakan siapa saja yang datang saat pelaksanaan pekerjaan.

Laris ButarButar (35), warga sekitar lokasi proyek di Desa Patane II, Kecamatan Porsea, Kabupaten Tobasa, menyebut orang-orang yang dianggapnya sebagai kontraktor adalah Nainggolan dan Siregar, sisanya hanya mandor, tukang, dan kuli (pekerja).

“Yang saya tau pemborongnya marga Nainggolan, pelaksananya yang sering kesini itu Siregar. Kalau Nainggolan hanya sesekali. Saya tidak tau itu personil inti, yang saya tau itulah pemborongnya,” kata Laris kepada IGSBERITA.

Kontraktor memberikan konfirmasi

Menanggapi pemberitaan IGSBERITA sebelumnya, [baca: Proyek Bronjong Kementerian PUPR di Tobasa Mangkrak, warga kuatir tanggul pecah], Nainggolan, kontraktor proyek bronjong aek mandosi memberikan konfirmasi. Dia mengatakan bahwa pekerjaannya tidak mangkrak tetapi karena permasalahan kawat bronjong yang sedang dalam pemesanan ketika itu.

“Waktu itu memang pekerjaan sempat berhenti karena kawat bronjong sedang dalam pemesanan, tapi sudah selesai kok jadi warga tidak perlu kuatir lagi tanggul pecah,” kata Nainggolan saat ditemui di Hermes Plaza, Medan Polonia, beberapa waktu lalu.

Sementara itu mengenai dugaan modifikasi kawat bronjong dan tanah timbun, Nainggolan mengatakan bahwa hal itu tidak benar. Dia bahkan menantang jika benar ada modifikasi kawat bronjong dan tanah timbun tidak sesuai spek, maka pihaknya siap di sanksi. Sebaliknya, jika tidak benar maka pihak-pihak yang membuat tuduhan juga harus diberi sanksi.

“Tidak ada modifikasi kawat bronjong, tanah timbun juga sudah dikerjakan. Orang [kampung] situ juga yang mengerjakan. Saya siap di sanksi kalau ada modifikasi kawat bronjong, tapi kalau tidak ada kalian juga harus di sanksi. Semua suda sesuai,” kata Nainggolan kepada IGSBERITA melalui telepon (7/9/2018).

Irjen KemenPUPR Dihimbau ‘Turun Tangan’

Ungkap Marpaung, Ketua Umum LSM PENDOA, menghimbau agar Irjen (Inspektorat Jenderal) KemenPUPR turun tangan melakukan pemeriksaan ke BWS II Sumut khususnya dalam pengadaan barang/jasa.

Dikatakan Ungkap Marpaung, sistem pengadaan barang/jasa di BWS II Sumut kerap menuai masalah. Menurutnya hal itu diakibatkan proyek-proyek di BWS II Sumut tidak didasari itikad baik dan kepatuhan pada ketentuan yang ada.

Dia menyebut Proyek Pembersihan Enceng Gondok di Danau Toba dan Proyek Bronjong Aek MAndosi Tobasa adalah gambaran ketidakpatuhan BWS II Sumut terhadap aturan.

Dijelaskan Ungkap Marpaung, dalam pelelangan disusun dokumen pengadaan berisi ketentuan-ketentuan mengikuti lelang, tetapi sama sekali tidak diimplementasikan di lapangan. Personil inti adalah hal yang paling disoroti lembaganya saat ini.

“Irjen harus turun tangan ke BWS II Sumut. Pengadaan Barang/Jasa disana tidak tunduk dan tidak patuh pada aturan. Saat ini kami sedang focus pada implementasi syarat personil inti pada pelelangan yang tidak ada di lapangan saat pelaksanaan proyek pembersihan eceng gondok, proyek bronjong, dan proyek-proyek lainnya. Harus diusut tuntas!” kata Ungkap Marpaung, Ketua LSM Pendoa kepada IGSBERITA (15/9/2018). (mps).*

Dog Hallow Fest

About Mampe Sirait

Check Also

PLN Gencar Berantas Teknik ‘Spanyol’

KOTA BOGOR (IGS BERITA) — Gencarnya kegiatan Operasi Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) yang dilakukan …

One comment

  1. jangan kasih kendorrrrr…

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: