Senin , 19 November 2018
Home / INVESTIGASI / Buku LKS Bogor: Pengawas Disdik Sebut Itu Bukan LKS, Judulnya Saja yang “Ngaco”
Gambaran antara toko buku "musiman" spesialis LKS (kiri) dengan toko buku "normal" (kanan). Adakah indikasi pemanfaatan situasi untuk sekadar mengeruk keuntungan di balik fenomena tersebut? (Foto: Fikri Jaka Irmana - IGS Berita).*

Buku LKS Bogor: Pengawas Disdik Sebut Itu Bukan LKS, Judulnya Saja yang “Ngaco”

BOGOR (IGS BERITA) – Pengawas dari Dinas Pendidikan Kota Bogor, Sutisno, yang hadir mendampingi Kepala Sekolah dan para guru SDN Purbasari, Selasa (17/1), menyebutkan, buku buatan pihak ketiga yang digunakan di sana itu hanyalah latihan soal-soal, bukan Lembar Kerja Siswa (LKS).

“Di dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran –red), LKS itu mutlak dibuat oleh guru. Di luar itu bukanlah LKS. Itu cuma lembar soal-soal. Judulnya saja yang ngaco, makanya sering disebut LKS,” kata Sutisno kepada IGS Berita.

Dengan sikap sedikit pongah, Sutisno kemudian mengatakan, ia sudah menegaskan kepada pihak sekolah untuk tidak memfasilitasi latihan soal-soal kepada siswa, kecuali inisiatif siswa itu sendiri.

“Itu bukan LKS. Itu latihan soal-soal saja. Di dalam RPP, LKS mutlak dibuat oleh guru. Jadi, buku yang dibeli para orangtua itu hanyalah latihan soal-soal untuk digunakan di rumah, di luar sekolah. Pihak sekolah mah tidak mewajibkan. Saya pembinanya nih,” kata Sutisno.

Ditanya soal keberadaan tempat-tempat penjualan LKS yang bersifat musiman, dengan format yang tidak “normal” sebagaimana layaknya toko buku, dan tidak menjual buku-buku lain di luar LKS sehingga melahirkan dugaan adanya modus terselubung, Sutisno menyebut hal itu tak perlu terlalu dipersoalkan.

“Kalau masalah toko buku, bentuknya bisa gimana aja. Tidak perlu ada rak-rak buku,” kata Sutisno.

Dihubungi secara terpisah, pemerhati masalah pendidikan asal Universitas Padjadjaran Bandung, Barry Pradana, mengatakan, keberadaan penjual-penjual buku LKS “musiman” itu jelas akan mengundang kecurigaan adanya pemanfaatan situasi, dan perlu dilakukan investigasi yang lebih mendalam oleh pihak-pihak terkait.

“Bagi para siswa, terutama di tingkat dasar, buku adalah sesuatu yang sangat strategis, baik itu yang bersifat latihan soal-soal ataupun materi ajar. Maka, pemerintah pun telah mengatur sedemikian rupa berbagai regulasi terkait penggunaan, pembuatan, dan pendistribusian buku-buku tersebut. Hal itu semata-mata demi menjaga masuknya kepentingan-kepentingan negatif pihak ketiga yang disusupkan lewat buku-buku tersebut,” kata Barry kepada IGS Berita.

Seperti diketahui, lanjut Barry, sekarang ada larangan pihak sekolah dan para guru menjual buku kepada siswa. Sejak diterbitkannya aturan tersebut, banyak kejanggalan terjadi, seperti penjualan buku LKS di warung rokok, tukang bunga, kios musiman, dan sebagainya.

Ia mengimbau pemerintah untuk lebih ketat lagi menjaga regulasi di dunia pendidikan, karena bidang ini sangat strategis dalam menentukan masa depan pengetahuan, moral, bahkan ideologi bangsa.

Seperti diketahui, temuan IGS Berita soal masih digunakannya buku-buku LKS buatan pihak ketiga di Kota Bogor tersebut berawal dari keluhan para orangtua murid di SDN Purbasari, SDN Gunung Batu 1, dan SDN Gunung Batu 2.

(Baca: Orangtua Murid SD di Bogor Keluhkan Jual-Beli Buku LKS, Dina (Anggota Komite Sekolah SDN Gunung Batu 1): “Orangtua yang Ngeluh Itu yang Nggak Mau Anaknya Pinter!”, Buku LKS Bogor: Soal Kios Nomor 33 Lantai 1 Pasar Gunung Batu, Ternyata SD-SD di Bogor Masih Gunakan Buku LKS, Buku LKS Bogor: Kepsek SDN Gunung Batu 1 Merasa Kecolongan, dan Buku LKS Bogor: Kepsek SDN Purbasari Berdalih Guru Kadang Sibuk)

Dalam konteks itu, IGS Berita pun sudah berhasil menemui Pelaksana Teknis (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, H. Fahrudin, S. Pd., yang akrab disapa Fahmi, dan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kota Bogor, Maman Suherman.

Pernyataan keduanya akan ditayangkan pada pemberitaan selanjutnya. (fji).*

Dog Hallow Fest

About Yukie Rushdie

Check Also

Rumah Pompa

Rumah Pompa Waduk Bojong | Ini Reaksi Walkot Jakbar

JAKARTA (IGS BERITA) — Walikota Jakarta Barat, Rustam Effendi, terkejut mendengar Rumah Pompa Waduk Bojong, …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: