Senin , 19 November 2018
Home / INVESTIGASI / Buku LKS Bogor: Kepsek SDN Purbasari Berdalih Guru Kadang Sibuk
SD Negeri Purbasari Kota Bogor (Foto: Fikri Jaka Irmana - IGS Berita).*

Buku LKS Bogor: Kepsek SDN Purbasari Berdalih Guru Kadang Sibuk

BOGOR (IGS BERITA) – Kepala Sekolah SDN Purbasari Kota Bogor, Henny, S. Pd., M. Si., berdalih, masih digunakannya buku Lembar Kerja Siswa (LKS) buatan pihak ketiga karena para guru kadangkala sibuk sehingga kekurangan waktu untuk membuat modul lembar latihan siswa sebagaimana amanat Permendikbud Nomor 8 Tahun 2016.

Seperti diketahui, Permendikbud Nomor 8 Tahun 2016 menegaskan tentang buku yang digunakan oleh satuan pendidikan. Dalam peraturan menteri tersebut diatur tentang penghapusan LKS. Disebutkan pula, lembar latihan siswa haruslah berasal dari modul yang dibuat para guru, bukan oleh pihak ketiga.

“Itu bagus. Tapi, mungkin, kadang guru banyak hal dan pekerjaan lain, sehingga waktunya tidak bisa terpenuhi. Kita sudah berusaha semaksimal mungkin, karena sampai saat ini juga saya sudah mengusahakan lebih dari 200 murid yang menjadi anggota Anak Indonesia Pintar. Maka, saya bingung, orangtua mana yang complain itu. Soal LKS juga saya bingung, tahu-tahu anak-anak sudah pada beli sendiri, padahal tidak ada yang mengumumkan,” kata Henny kepada IGS Berita, Selasa (17/1).

Tiba-tiba, salah seorang guru, yang tidak menyebutkan identitasnya dan hanya mengaku sebagai pengajar di kelas satu SDN Purbasari, angkat bicara dengan nada cukup tinggi, memotong pembicaraan IGS Berita dan Kepala Sekolah Henny.

“Begini, ya. Walaupun anak tidak membeli LKS, kita tidak membedakan. Tidak memaksakan. Kalau tidak punya LKS, murid bisa menulis di buku sendiri. Para guru sangat tersinggung dengan banyaknya tulisan di media massa, apalagi sekolah ini sudah mensubsidi LKS. Sudah digratiskan. Dengan banyaknya pemberitaan di media massa tentang LKS, saya sangat keberatan. Kita sebagai guru justru memfasilitasi. LKS itu kebanyakan diminta oleh para orangtua untuk anaknya belajar di rumah. Justru para orangtua itulah yang meminta, bukan kita yang memaksa,” kata sang guru kelas satu tersebut.

Terkait modul lembar latihan siswa, ia menyatakan sudah pastilah para guru membuatnya sendiri.

“Saya membuat soal ulangan harian. Kalau LKS itu kan buat belajar di rumah, karena buku yang dipinjamkan dari sekolah tidak bisa dibawa pulang. Sebelum saya memberikan tugas, saya juga sebagai guru memilih-milih dulu soal mana yang pantas dikerjakan oleh anak,” katanya.

Ditanya soal orangtua murid yang di setiap tahun ajaran dan semester baru berbondong-bondong ke Pasar Gunung Batu untuk membeli buku LKS, guru tersebut menjawab dengan nada yang kian tinggi.

“Ya, benar. Sekarang begini, kita tidak usah menutup mata dan munafik soal toko buku itu begini atau begitu. Itu kebutuhan siswa. Orangtuanya yang merasa membutuhkan itu. Malah mereka meminta LKS itu buat anaknya belajar di rumah. Yang jelas, tidak pernah ada rapat guru dengan orangtua masalah buku LKS ini. Semua berjalan apa adanya. Jangan pernah menanyakan ke satu anak atau satu orangtua saja,” katanya, kesal.

Seperti diketahui, temuan IGS Berita soal masih digunakannya buku-buku LKS buatan pihak ketiga di Kota Bogor tersebut berawal dari keluhan para orangtua murid di SDN Purbasari, SDN Gunung Batu 1, dan SDN Gunung Batu 2.

(Baca: Orangtua Murid SD di Bogor Keluhkan Jual-Beli Buku LKS, Dina (Anggota Komite Sekolah SDN Gunung Batu 1): “Orangtua yang Ngeluh Itu yang Nggak Mau Anaknya Pinter!”, Buku LKS Bogor: Soal Kios Nomor 33 Lantai 1 Pasar Gunung Batu, Ternyata SD-SD di Bogor Masih Gunakan Buku LKS, dan Buku LKS Bogor: Kepsek SDN Gunung Batu 1 Merasa Kecolongan)

Menyikapi hal itu, pemerhati masalah pendidikan asal Universitas Padjadjaran Bandung, Barry Pradana, menyimpulkan, apapun alasannya para guru di sekolah-sekolah Bogor tersebut rupanya masih memberlakukan penggunaan buku-buku LKS buatan pihak ketiga.

“Hal ini jelas tidak sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 8 Tahun 2016,” kata Barry Pradana, yang dihubungi IGS Berita melalui sambungan telepon.

Pandangan Barry tersebut tak lepas dari pernyataan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud RI, yang menyatakan bahwa penggunaan buku LKS buatan pihak ketiga memang sudah dilarang.

“LKS tidak perlu lagi, karena seharusnya latihan-latihan itu dibuat oleh guru sendiri. Dalam kurikulum baru tidak ada LKS. Kalau masih ada (yang menggunakan), itu kesalahan dan harus dihentikan,” kata Dirjen Dikdasmen Kemendikbud RI. (fji).*

Dog Hallow Fest

About Yukie Rushdie

Check Also

Rumah Pompa

Rumah Pompa Waduk Bojong | Ini Reaksi Walkot Jakbar

JAKARTA (IGS BERITA) — Walikota Jakarta Barat, Rustam Effendi, terkejut mendengar Rumah Pompa Waduk Bojong, …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: