Senin , 10 Desember 2018
Home / IGS UMKM / Belum Dapat Kios, PKL Pasar Senen Unjuk Rasa
Para PKL yang berunjuk rasa diterima Manajer UPB Pasar Senen, Yamin Pane, di ruang kerjanya (Foto: Thomson Sirait - IGS Berita).*

Belum Dapat Kios, PKL Pasar Senen Unjuk Rasa

JAKARTA (IGS BERITA) — Gara-gara belum mendapatkan kios, dan lokasi usahanya akan mengalami pemadaman aliran listrik mulai tanggal 24 Juli 2018, puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di bangunan lama Pasar Senen Blok VI menggelar aksi unjuk rasa, Jumat (20/7/2018). Dalam aksi damai yang berlangsung sekitar dua jam di Kantor Manajer Unit Pasar Besar (UPB) Pasar Senen itu, para PKL menyampaikan keluhan dan aspirasinya.

“Kami meminta PD Pasar Jaya, selaku pengelola Pasar Senen, memberikan penjelasan, mau dipindahkan ke mana para PKL yang sudah berjualan selama puluhan tahun ini? Jangan ditelantarkan begitu saja. Selama ini, kami selalu membayar kewajiban retribusi kepada PD Pasar Jaya. Tapi, kami tidak mendapatkan hak di TPS (Tempat Penampungan Sementara) Pasar Senen Blok VI, sementara dari bangunan lama harus terusir karena katanya akan mulai dibangun,” kata Aladin Simanjuntak, salah seorang koordinator PKL, saat diterima Manajer UPB Pasar Senen, M. Yamin Pane, S. AP.

Sementara itu, dengan berurai airmata, seorang PKL perempuan, Boru Panjaitan, mengisahkan pengalaman dan nasibnya selama berjualan di bangunan lama Pasar Senen Blok VI sejak tahun 1984.

“Saya sudah berjualan di Pasar Senen sejak tahun 1984. Tapi, kenyataannya, yang mendapatkan kios di TPS justru adalah orang-orang yang selama ini tidak pernah saya lihat berjualan di Pasar Senen. Kalau harus membayar sewa kios dengan harga Rp 30-35 juta setahun, saya tidak sanggup,” kata Boru Panjaitan.

Menanggapi keluhan dan aspirasi para PKL itu, Manajer UPB Pasar Senen, Yamin Pane, menjelaskan solusi yang selama ini sudah ditawarkan pihak PD Pasar Jaya.

“Sebetulnya, PD Pasar Jaya sudah memberikan solusi dan merekomendasikan para PKL Pasar Senen ini ke pasar-pasar lain, seperti Pasar Kenari, Pasar Baru, dan sebagainya, disesuaikan dengan alamat pada KTP masing-masing pedagang,” kata Yamin Pane.

Sambil menunggu selesainya pembangunan gedung baru Pasar Senen Blok VI, lanjut Yamin Pane, para PKL harus mau mengikuti proses pendataan agar daftar namanya bisa disampaikan ke pihak pengembang.

“Memang, konsekuensinya, para pedagang harus siap untuk mengeluarkan biaya administrasinya. Harapan saya, kalau sudah rampung, para PKL ini bisa menempati gedung yang baru itu. Maka, mulai sekarang, para PKL yang selama ini tidak memiliki kios kami persilakan untuk mendatakan dan mendaftarkan diri ke PD Pasar Jaya,” kata Yamin Pane.

Aksi unjuk rasa para PKL ini dipicu adanya Surat Edaran Manajer UPB Pasar Senen, yang menyatakan bahwa bangunan lama Blok VI akan mengalami pemadaman aliran listrik mulai tanggal 24 Juli 2018.

Sebagian dari PKL yang selama ini berjualan di bangunan lama Pasar Senen Blok VI itu memang tidak memiliki kios, sehingga tidak mendapatkan tempat di TPS.

Pembuatan TPS itu dilakukan untuk menampung para pemilik kios di gedung lama Pasar Senen Blok VI yang akan dibangun.

Berdasarkan data, kapasitas TPS itu sendiri tidak memadai untuk menampung semua pemilik kios di bangunan lama Pasar Senen Blok VI. TPS itu hanya memiliki kapasitas 1.300 kios. Padahal, para pemilik kios di bangunan lama Pasar Senen Blok VI tercatat ada sekitar 2.400 orang.

“Kalau para pemilik kios saja tidak kebagian tempat di TPS, apalagi para PKL itu. Begitulah nasib saya saat ini,” kata salah seorang pemilik kios di bangunan lama Pasar Senen Blok VI, yang kini terpaksa harus berhenti berjualan karena tidak mendapat tempat di TPS. (tom).*

Dog Hallow Fest

About Yukie Rushdie

Check Also

Video dan Foto Puting Beliung Bogor, Satu Warga Tewas

KOTA BOGOR | IGS BERITA | Kamis (6/12/2018) sore, sekitar pukul 15.00 WIB, angin puting …

One comment

  1. Yukie Rushdie

    Ping

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: