Senin , 10 Desember 2018
Home / NASIONAL / Bau Persekongkolan Merebak pada Tender Rumah Teleskop
Rumah Teleskop
Rencana Pembangunan Observatorium LAPAN di NTT (Foto: Dok. IGS Berita).*

Bau Persekongkolan Merebak pada Tender Rumah Teleskop

JAKARTA (IGS BERITA) — Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) kembali menyoroti lelang pembangunan rumah teleskop optik senilai Rp 32 miliar di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di Nusa Tenggara Timur (NTT). KAKI menduga lelang proyek tersebut bermasalah dan menabrak Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. 

Koordinator Bidang Konstruksi KAKI, Achmad Abdullah mengatakan,  ditemukan sejumlah kejanggalan dalam lelang tersebut, diantaranya panitia pengadaan membuat peraturan yang aneh dengan menerapkan aanwijzing lapangan dengan nilai 30. Artinya jika tidak hadir penjelasan maka dianggap nol. 

KAKI mempertanyakan bagaimana jika penyedia meninjau lokasi sebelum atau sesudah tanggal yang ditetapkan.

Bahkan, menurut KAKI kalau penjelasan di lapangan justru berpotensi ada kontak verbal antara penyedia barang dan jasa dengan calon pelaksana. 

Seharusnya yang lebih utama tenaga ahli yang ditawarkan oleh calon pelaksana pekerjaan yang perlu diklarifikasi, apakah tenaga ahli tersebut benar-benar tenaga ahli perusahaan peserta lelang.

Mestinya itu dibuktikan dengan membuat surat pernyataan yang di upload tidak sedang bekerja di tempat lain berhubung pekerjaan pembangunan rumah teleskop optik sangat kompleks.

Indikasi Konsesi

“Kami menduga adanya konsensi antara PPK, Pokja, dan calon pemenang lelang karena hal itu terindikasi dari sistem yang diterapkan tidak mengaju kepada Perpres Nomor 16 Tahun 2018,” kata Abdullah dalam keterangan elektroniknya, Selasa (2/10). 

Karena itu LSM anti korupsi ini mendorong supaya bidang pencegahan KPK turun ke LAPAN untuk memeriksa pihak terkait dalam pelelangan tersebut. Karena ada dugaan pelanggaran panitia pengadaan barang dan jasa yang berpotensi merugikan negara.

“Menurut informasi adanya tiga kali kenaikan Pagu anggaran yang disepakati oleh perencana PPK KPA dan panitia pengadaan barang dan jasa LAPAN. Yang menjadi pertanyaan apa motivasi dan orientasi para pihak menaikkan anggaran tersebut sebanyak tiga kali jika tidak ada deal dengan rekanan tertentu,” tegas Abdullah.

Terkait informasi tersebut, pihak kuasa pengguna anggaran atau PPK tender yang bernama Clara dan Anwar Sentosa tidak dapat dihubungi.  

Bahkan pesan elektronik pun yang dikirimkan pun tidak dibalas. [yhr]

Dog Hallow Fest

About Yukie Rushdie

Check Also

Habib Bahar Smith Ditunggu Penyidik Polri

JAKARTA | IGS BERITA | Mabes Polri kembali mengagendakan pemeriksaan Habib Bahar bin Ali bin …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: