Kamis , 18 Oktober 2018
Home / MEGAPOLITAN / Arah Kebijakan PD Pasar Jaya dalam Perekonomian DKI Jakarta
Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin (Foto: Dok. IGS Berita).*

Arah Kebijakan PD Pasar Jaya dalam Perekonomian DKI Jakarta

JAKARTA (IGS BERITA) — PD Pasar Jaya sebagai BUMD milik Pemda DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan pelayanan pada masyarakat dalam pengelolaan pasar-pasarnya. Hal ini sejalan dengan tugas dan tanggung jawab PD Pasar Jaya yang semakin tinggi ke depannya terutama menjaga inflasi dengan melakukan stabilisasi harga khususnya di DKI Jakarta.

Di dalam menjaga inflasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta mencatat bahwa inflasi indek harga konsumen (IHK) DKI Jakarta pada Juni 2017 sebesar 0,46 persen secara bulanan (mtm). Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,69 persen (mtm) dan inflasi DKI Jakarta pada Juni 2017 juga lebih rendah dibandingkan rata-rata historis inflasi pada periode hari raya Idul Fitri selama tiga tahun terakhir yang tercatat 0,93 persen (mtm).

Saat ini selain fokus melakukan pembenahan kios pasar dan pembinaan bagi pedagang, sejumlah program stabilisasi harga juga ikut dilakukan di antaranya ikut melaksanakan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan ikut sertanya pasar dalam Festival Jakarta Great Sale (FJGS). Untuk program pengembangan usaha lain yang sudah terlihat dengan didirikannya Jakgrosir di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur.

Di mana keberadaan Jakgrosir akan menjadi induk bagi Jakmart yang saat ini sudah beroperasi sebanyak 4 unit yaitu di Kantor Pusat Cikini, Pasar Pramuka, Pasar Rawabening, dan Pasar Baru Metro Atom yang targetnya menjadi 35 unit di tahun 2017.

Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan, Jakgrosir akan diresmikan sekitar Agustus 2017 ini. Dengan beroperasinya Jakgrosir maka pedagang dapat membeli menggunakan kartu pedagang sebagai alat transaksi. Sehingga membantu pedagang dalam mendapatkan sumber barang yang berkualitas dan murah.

Secara tidak langsung hal ini diharapkan dapat menjaga stabilisasi harga di pasar.

“Jika masyarakat bisa mendapatkan produk dengan harga lebih murah akan membantu menstabilkan harga dan ikut menekan inflasi,” ujarnya.

Untuk melengkapi hal tersebut PD Pasar Jaya juga sudah membeli 3 unit mesin controlled atmosphere storage (CAS) yang ditempatkan di Pasar Induk Kramatjati.

Setiap mesin nantinya dapat menyimpan komoditi bawang dan cabai masing-masing unit sebesar 20 ton.

Pengembangan program PD Pasar Jaya dengan mendirikan Jakgrosir dan Jakmart adalah amanat Perda Nomor 2 dan 3 Tahun 2009 tentang Ikut Membantu Stabilisasi Harga maka harus didukung dengan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kemampuan dan pengalaman baik dalam teori juga dapat mengimplementasikannya di lapangan.

Karena itulah diambil kebijakan untuk merekrut secara terbuka tenaga-tenaga yang berpengalaman dalam bidang retail dengan pola perekrutan dilakukan sejumlah tes dan assessment terhadap tenaga berpengalaman tersebut oleh pihak ketiga.

Fokus PD Pasar Jaya juga dilakukan peningkatan terhadap kesejahteraan pegawai internal dengan melakukan perbaikan gaji (penggabungan gaji dan tunjangan kinerja), kenaikan golongan, pemberian bonus, THR, dan kesempatan meningkatkan karir.

Di mana apabila perusahaan membutuhkan atau untuk mengisi kekosongan jabatan diumumkan secara terbuka kepada seluruh pegawai internal PD Pasar Jaya.

Bagi pegawai yang bekerja di jajaran PD Pasar Jaya juga sudah disiapkan sejumlah program untuk meningkatkan kinerjanya. Saat ini PD Pasar Jaya sendiri memiliki Pusdiklat tersendiri yang bertujuan meningkatkan skill dan kemampuan seluruh pegawai.

Seluruh pegawai PD Pasar Jaya sudah diikutsertakan dalam program BPJS yang terdiri dari Jaminan Kesehatan, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kesehatan Hari Tua, Jaminan Pensiun, Jaminan Kematian dan tunjangan hari tua bekerjasama dengan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

Di dalam pengelolaan keuangan PD Pasar Jaya pada tahun 2016 mendapatkan laba setelah audit sebesar Rp 91 Miliar dan menyetorkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebesar Rp 36,24 miliar.

Angka ini meningkat 10% dibandingkan dengan laba tahun 2015. Selain itu laporan keuangan PD Pasar Jaya mendapatkan penilaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik (KAP). Saat ini PD. Pasar Jaya juga masuk di dalam 5 penyetor terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

PD Pasar Jaya saat ini sudah bekerja sama dengan PT. SAP Indonesia dan PT. Equine Global untuk menjalankan SAP S/4HANA Enterprise Cloud dalam tender kemitraan pengadaan sistem. Hal ini bermaksud untuk membantu organisasi untuk mempercepat dan mengintegrasikan proses operasional sementara memfasilitasi akses ke wawasan real-time, dengan tujuan untuk mencapai faster and more accurate pengambilan keputusan dan analisis bisnis.

Melalui implementasi ini, PD Pasar Jaya mengharapkan untuk memungkinkan efisiensi bisnis yang lebih tinggi dan produktivitas karyawan sebagai bagian dari misi mereka untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.

PD Pasar Jaya saat ini juga masih fokus dalam perbaikan dan revitalisasi sarana dan prasarana pasar yang ada. Hal ini dilakukan agar keberadaan pasar tradisional di masyarakat tetap eksis dan memberi kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung. (jfm).*

About Yukie Rushdie

Check Also

Abu Tours

Korban Abu Tours | Kapan Uang Kami Kembali?

MAKASSAR (IGS BERITA) — Sepasang suami-istri, Jamal dan Musdalifah, korban penipuan agen perjalanan ibadah haji …

Tinggalkan Balasan