Senin , 10 Desember 2018
Home / IGS CLOTH / AMGI: Solusi bagi Masa Depan Industri Garmen Indonesia
Stanly Ngelo, Konsultan dan Dewan Pembina AMGI, mencoba menjawab tantangan masa depan industri garmen Indonesia (Foto: Dok. Grafis IGS Berita).*

AMGI: Solusi bagi Masa Depan Industri Garmen Indonesia

BANDUNG (IGS BERITA) — Asosiasi Mekanik Garmen Indonesia (AMGI), yang terbentuk dua tahun silam, diharapkan bakal menjadi solusi untuk menjawab segala tantangan bagi masa depan industri garmen Indonesia.

Hal itu disampaikan Stanly Ngelo, Konsultan dan Dewan Pembina AMGI, saat berbincang-bincang dengan IGS Berita di Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (20/8).

“Seiring perkembangan teknologi, juga persaingan di dunia usaha maupun dunia kerja, maka segala bentuk industri, termasuk garmen, semakin menuntut kehadiran sumberdaya manusia yang berketerampilan dan mampu bersaing di tingkat global. Itulah tantangan yang kini tengah menghadang Indonesia. Kita masih sangat kekurangan SDM yang siap dan mampu bersaing dalam menghadapi serbuan tenaga kerja asing, yang kini mulai masuk dan bekerja di perusahaan-perusahaan nasional Indonesia,” kata Stanly.

Berdasarkan statistik, lanjut Stanly, sebagian besar tenaga kerja Indonesia di sektor industri itu berpendidikan maksimal SMA. Bahkan mayoritasnya hanya berijazah SMP.

“Kondisi itu tentunya memaksa kita untuk memikirkan sebuah formula yang berhubungan langsung dengan penciptaan tenaga kerja siap pakai dan terlatih di bidangnya, guna menambal kekurangan mereka pada faktor ijazah pendidikan formalnya,” kata Stanly.

Memang, saat ini, pemerintah pun telah memacu berbagai pelatihan tenaga kerja melalui instansi-instansi terkait, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Tenaga Kerja, atau Dinas Sosial di masing-masing daerah, baik tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Semuanya ditujukan untuk menciptakan tenaga terampil yang dibutuhkan perusahaan-perusahaan industri.

“Namun, dilihat dari pelaksanaannya, masih banyak tempat pelatihan dan balai-balai latihan kerja yang belum maksimal pemanfaatannya. Alhasil, cita-cita pencetakan tenaga kerja terlatih sesuai tuntutan dunia industri, termasuk garmen, belum terealisasi secara maksimal. Hal itu, bukan mustahil, karena program pemerintah tersebut masih kurang mendapat dukungan dari berbagai pihak yang berkepentingan di sektor industri,” kata Stanly Ngelo lagi.

Model pelatihan ala AMGI (Foto: Dok. IGS Berita).*

Pada situasi yang menantang masa depan dunia industri Indonesia itulah AMGI hadir untuk terlibat aktif, khususnya dalam penyelesaian masalah-masalah ketenagakerjaan di industri garmen, yang memang dikenal bersifat padat karya dan membutuhkan banyak tenaga kerja.

Saat ini, tambah Stanly, AMGI telah memiliki anggota hampir 5.000 mekanik di seluruh Indonesia, dan ratusan ribu tenaga kerja garmen yang membutuhkan peningkatan keterampilan.

“Dalam konteks itu, AMGI telah membuat program kerja jangka panjang, yang —antara lain— terbagi pada kegiatan penciptaan tenaga kerja terampil di industri garmen, serta penciptaan para entrepreneur produk pakaian jadi berupa home industry yang tersistem dan didukung kemampuan kerja memadai dengan order pekerjaan rutin melalui AMGI (Binaan AMGI),” kata Stanly.

Secara garis besar, program kerja dan pengembangan AMGI ini difokuskan pada kegiatan pelatihan mekanik garmen, operator garmen (baik jahit, bordir, maupun sablon), sistem manajemen konveksi dan sablon, serta pembinaan etika dalam bekerja.

AMGI pun merancang penyelenggaraan pameran, special event, dan promosi yang dihadiri para pelaku usaha garmen, termasuk produsen mesin, yang akan sangat membantu dalam menciptakan mata-rantai distribusi tenaga kerja yang telah menjalani pelatihan.

Para tenaga kerja mekanik yang sudah siap pakai, terlatih, terdaftar dalam keanggotaan AMGI, dan memiliki standar kompetensi, akan mendapat kesempatan untuk bekerja secara profesional sebagai pelaksana perawatan rutin mesin-mesin garmen di daerahnya masing-masing serta di perusahaan-perusahaan dan home industry pada jaringan AMGI.

Para anggota AMGI yang tersebar di berbagai daerah di seluruh Indonesia (Foto: Dok. IGS Berita).*

“Selain itu, AMGI juga menjalin kerjasama dengan para pengusaha mesin dan suku cadang yang membuka jaringan penjualannya di daerah-daerah dengan memaksimalkan anggota AMGI di setiap wilayah. Dengan kata lain, AMGI akan menjadi pusat penjualan mesin dan suku cadang. Kegiatan ini dikelola secara profesional, dengan sistem kerja yang diatur dari manajemen AMGI Pusat,” kata Stanly.

Sederet program itulah yang —menurut Stanly Ngelo— akan menjadikan AMGI sebagai sebuah solusi bagi masa depan industri garmen di Indonesia dalam percaturan global.

Edisi Khusus Majalah AMGI, Agustus 2017 (Foto: Dok. IGS Berita).*

“Sebagai bahan evaluasi, kontrol, dan akselerasi pencapaian kinerja, kami pun akan secara rutin menerbitkan Majalah AMGI, yang bisa dinikmati para anggota dan seluruh masyarakat luas. Visi, misi, serta pemaparan program kerja AMGI tadi bisa disimak secara terinci pada Edisi Khusus Majalah AMGI bulan Agustus 2017,” kata Stanly, mengakhiri perbincangan. (yhr).*

Dog Hallow Fest

About Yukie Rushdie

Check Also

Video dan Foto Puting Beliung Bogor, Satu Warga Tewas

KOTA BOGOR | IGS BERITA | Kamis (6/12/2018) sore, sekitar pukul 15.00 WIB, angin puting …

One comment

  1. mantaaaaaaapppppp…….

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: