Rabu , 22 Agustus 2018
Home / IGS ANIMALS / Adi ‘Betta Sp’ Putra: Mendulang Dolar via Cupang

Adi ‘Betta Sp’ Putra: Mendulang Dolar via Cupang

cupang-oke“CUPANG”, atau “kecupan merangsang”, memang bisa bikin kulit memerah saga, lalu menggelap bak memar. Tapi, cupang yang satu ini justru bisa mendulang dolar, dalam jumlah yang tanggung-tanggung pula.

Betapa tidak? Cupang yang satu ini mempunyai pesona warna dan bentuk yang sungguh eksotik. Bahkan bisa diadu! Aneh, kan?

cupang-4Ya, itulah ikan cupang, yang dalam nama ilmiahnya disebut Betta sp. Itulah jenis ikan hias air tawar yang hidup di daerah tropis. Tidaklah mengherankan kalau ia banyak dijumpai di daerah perairan Malaysia, Vietnam, dan Indonesia.

Memelihara ikan jenis ini tidaklah merepotkan. Pasalnya, cupang tergolong jenis ikan berstamina istimewa di berbagai iklim dan kondisi air. Ia tak membutuhkan suplai oksigen dari jetpump akuarium ataupun gelembung udara, seperti layaknya ikan-ikan hias lain.

cupang-2Jenis ikan cupang yang beredar di pasaran cukup banyak. Sebut saja, misalnya, Wild Betta, yang termasuk ke dalam jenis “cupang aduan”. Ada juga Betta Splendens, jenis “cupang hias” dengan berbagai variannya.

Keistimewaan dan keunikan ikan cupang ini jualah yang membuat Adi Putra melirik untuk membudidayakannya, sekaligus menambah kegiatan di sela-sela kesibukannya meramu masakan sebagai seorang chef.

Pria kelahiran Palembang 29 tahun lalu ini mengaku, berbisnis ikan cupang mampu mendongkrak penghasilan. Apalagi, tambahnya, para kolektor ikan cupang itu pun berdatangan dari berbagai negara.

“Permintaan dari Eropa, seperti Prancis, Belanda, dan Jerman, cukup bagus. Sementara untuk wilayah Asia Tenggara, permintaan terbanyak datang dari Singapura,” kata Adi Putra, pemilik DempoGP-Betta, saat diwawancarai IGS Animals lewat sambungan telepon, Senin (28/11).

cupang-1Kalau ia kemudian lebih membidik pasar luar negeri, memang masuk akal. Karena, menurutnya, harganya bisa lebih bagus ketimbang pasar lokal.

“Sebagai perbandingan, di pasaran luar negeri, harga seekor ikan cupang bisa mencapai AS$ 150-250, tergantung pada kualitasnya,” kata Adi, yang juga berprofesi sebagai juri kontes ikan cupang.

Di pasaran lokal, permintaan terbanyak datang dari daerah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), juga beberapa kota besar lain.

cupang-3Menurut Adi, saat ini adalah momen yang pas untuk budidaya ikan cupang. Peran dari akses online semakin meningkatkan pendapatan para pelaku bubidaya ikan cupang.

“Kalau saya perkirakan, ada sekitar 200 ribu orang Indonesia yang gemar mengoleksi ikan cupang. Belum lagi komunitas serupa di luar negeri,” kata Adi.

So, daripada sekadar men-“cupang”, budidaya ikan cupang sepertinya akan jauh lebih mengasyikkan, bahkan sangat berpotensi mendulang dolar untuk menambah pundi-pundi. (swd).*

About Yukie Rushdie

Check Also

Gunawan ‘Siberian Husky’ Harco: “Anjing Juga Makhluk Tuhan…”

YOGYAKARTA (IGS ANIMALS) – Anjing juga makhluk Tuhan, yang ingin dirawat dan disayangi dengan sepenuh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *