Senin , 10 Desember 2018
Home / PERISTIWA / 6 Bocah Jadi Korban Hasrat Seks Kakek Pengojek
Hasrat Seks
Tukang ojek ini, Lel Sain Dg Sau (64), akhirnya diringkus pihak kepolisian Gowa setelah selama hampir 2 tahun memperdaya 6 bocah perempuan (Foto: Dok. IGS Berita).*

6 Bocah Jadi Korban Hasrat Seks Kakek Pengojek

GOWA (IGS BERITA) — Enam bocah perempuan, berusia antara 9-11 tahun, jadi korban pelampiasan hasrat seks pengemudi ojek berusia 64 tahun.

Aksi tak bermoral itu dilakukan Lel Sain Dg Sau (SS), 64, tukang ojek asal Dusun Tamalate, Desa Timbuseng, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa (Sulawesi Selatan), selama hampir 2 tahun, dengan korban yang sama.

Akhirnya, Selasa (9/10/2018), petugas Polsek Bontomarannu mencokok SS di SD Borong Palala, saat si kakek itu hendak menjemput para korbannya.

Di hari yang sama, sekitar pukul 18.00 Wita, SS langsung diamankan ke Mapolres Gowa, demi menghindari amukan warga masyarakat di sekitar tempat tinggalnya, yang jengkel dengan kelakuan kakek-kakek pengojek tersebut.

Keenam bocah yang menjadi korban itu, masing-masing DV (9 tahun), AD (9), SW (11), JA (10), ST (9), dan PR (11), semuanya tinggal di Kecamatan Pattalassang.

Mereka mengaku dipaksa memenuhi hasrat seks SS. Digerayangi seluruh organ kemaluannya, dan diancam akan dibunuh jika melapor.

Para korban itu juga mengaku terjerat SS karena selalu memberikan tumpangan ojek gratis saat pulang sekolah, dan setelah digerayangi rata-rata diberi uang sebesar lima ribu rupiah.

Terdengar Guru

Perbuatan tercela SS itu akhirnya terungkap setelah para korban menceritakan kejadian yang mereka alami, dan terdengar oleh salah seorang guru. Sang guru kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Bontomarannu.

Selasa (9/10/2018), tepat pukul 11.00 Wita, anggota Polsek Bontomarannu membekuk SS saat dia hendak menjemput para korbannya di SD Borong Palala, Kecamatan Pattalassang, Gowa.

Setelah menjalani serentetan pemeriksaan di Polsek Bontomarannu, SS pun digelandang ke Mapolres Gowa.

Pihak Polsek Bontomarannu sendiri melakukan langkah-langkah pengamanan di lingkungan sekitar tempat tinggal SS, demi mengantisipasi terjadinya konflik.

SS dijerat Pasal 81 dan 82 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 64 KUH Pidana, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Berkaca dari kasus ini, pihak Polres Gowa menghimbau para orangtua untuk mengajarkan anak-anaknya agar tidak mudah percaya terhadap bujuk rayu dan iming-iming orang yang baru mereka kenal. (wnr).*

Dog Hallow Fest

About Yukie Rushdie

Check Also

Diduga Aniaya Anak, Habib Bahar Dipolisikan

BOGOR | IGS BERITA | Habib Bahar bin Smith diduga melakukan tindakan penganiayaan terhadap dua …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: