Sabtu , 15 Desember 2018
Home / LINTAS GEMSTONE / Si Rambut Api yang Selalu Menawan dengan Batu Purbalingga

Si Rambut Api yang Selalu Menawan dengan Batu Purbalingga

si-rambut-api-okePERIODE 2014 sampai 2016 nama Bayu Si Rambut Api begitu kental terdengar di kalangan pecinta batu mulia di Indonesia, dua varian batu mulia khas dari Sungai Klawing, Purbalingga pernah beliau perkenalkan melalui media Indonesian Gemstone. Blood Stone (Nogosui serta Jasper Telur Kodok) menjadi bukti bagaimana pria nyentrik kelahiran Purbalingga ini memperjuangkan batu mulia yang banyak dicari orang luar negeri ini. Boom-nya Batu Nogosui dan Jasper Telur Kodok tidak terlepas dari peran beliau. Di saat kondisi perbatuan mengalami grafik penurunan, Mas Bayu tetap bertahan dan selalu konsisten dengan pilihannya di dunia seni batu. Bos peternakan ayam ini memang memiliki visi serta misi yang teguh dalam berjuang. Kini di akhir tahun 2016 beliau kembali konsisten dengan mengenalkan batu lilin yang berjenis Chalcedony ke luar. Sebenarnya trend ini sudah mulai ada 1997-an yang silam dan buyer yang waktu itu insten adalah dari Negara Paman Sam, Amerika. Saat itu pun pernah membuat film dokumenter tentang Kabupaten Purbalingga dengan Sungai Klawingnya.

batu-lilinDi tahun 2016 ini ternyata permintaan pasar Asia meningkat, terutama Negara Tiongkok, kalau dahulu harga per kilo sekitar 2 jutaan, di tahun 2016 ini melonjak menjadi 6 sampai 8 jutaan. Yang bikin mengapa batu lilin ini begitu mahal ternyata, di negara lain selain Indonesia khususnya Purbalingga tidak ada dan sangat jarang diketemukan. Untuk mendapatkan batu jenis lilin ini memang tidak mudah, itu pengakuan Mas Bayu pada tim IGS Berita. Habitat dari batu lilin ini ternyata terpendam dalam kedalaman, jadi mendapatkan batu jenis ini perlu sebuah perjuangan keras, ke dalam galiannya kisaran setengah meter sampai dua meter di sekitar pekarangan penduduk yang memang berada dalam ketinggian. Inilah kelebihan dari Kabupaten Purbalingga yang sangat kaya akan batu mulia serta keuletan Mas Bayu Si Rambut Api yang terus berjuang mengibarkan bendera perbatuan asli Purbalingga ke ranah internasional. Sebuah karya anak bangsa yang begitu konsisten dan tidak kenal lelah dalam memperjuangkan sebuah hobi di tengah kesibukan. (ae-gz).*

Dog Hallow Fest

About Yukie Rushdie

Check Also

Zulfikar Harapkan Seni Batu Mulia Bangkit Lagi di Tahun 2017

  LAMPUNG (IGS BERITA) – Mungkin semua kalangan pecinta seni batu mulia Indonesia belum semuanya …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: